Sunday, 31 May 2015

Perbandingan Antara Kehidupan Dunia dan Akhirat

Dunia dan akhirat sungguh adalah suatuhal yang sangat jauh berbeda. Kehidupan dunia adalah kehidupan sementara sebagai ladang untuk mengumpulkan bekal berupa amal kebajikan untuk menujukepada akhirat. Sedangkan akhirat adalah tempat di mana kita akan menjalani hidup setelah mati dan tidak ada kematian lagi setelah itu. Akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya dan kehidupan dunia hanyalah sandiwara belaka.

Tidak ada yang teristimewa dunia bila dibandingkan dengan akhirat. Yang mana dunia adalah tempat yang sementara dan akhirat tempat yang kekal. Berbagai kenikmatan dunia tidak sebanding dengan kenikamatan akhirat, karena kenikmatan akhirat sungguh luar biasa. Begitu juga dengan siksaan-siksaan dikahirat nanti, sungguh tidak ada bandingan dengan kesengsaraaan di dunia ini.

Pernah Rasulullah menceritakan suatu kejadian dihari kiamat, Dari Anas r.a. pula, katanya: "Rasulullah SAW. bersabda: "Akan didatangkanlah orang yang terenak kehidupannya di dunia dan ia termasuk golongan ahli neraka pada hari kiamat nanti, lalu diceburkan dalam neraka sekali ceburan (sesaat saja), lalu dikatakan: "Hai anak Adam (yakni manusia), adakah engkau dapat merasakan sesuatu kebaikan (keenakan dimasa sebelumnya) sekalipun sedikit? Adakah suatu kenikmatan yang pernah menghampirimu sekalipun sedikit?" Ia berkata: "Tidak, demi Allah, ya Tuhanku" (yakni setelah merasakan pedihnya siksa neraka walau sesaat, maka kenikmatan-kenikmatan dan keenakan-keenakan di dunia itu seolah-olah lenyap sama sekali). Juga akan didatangkanlah orang yang paling menderita kesengsaraan di dunia dan ia termasuk ahli syurga, lalu ia dimasukkan sekali masuk dalam syurga (sesaat saja), lalu dikatakan padanya: "Hai anak Adam, adakah engkau dapat merasakan sesuatu kesengsaraan, sekalipun sedikit? Adakah suatu kesukaran yang pernah menghampirimu sekalipun sedikit?" Ia menjawab: "Tidak, demi Allah, tidak pernah ada kesukaranpun yang menghampiri diriku dan tidak pernah saya melihat suatu kesengsaraan pun sama sekali," (yakni) setelah merasakan kenikmatan syurga, maka kesengsaraan dan kesukaran yang pernah diderita di dunia itu seolah-olah lenyap sekaligus. (Riwayat Muslim).
Nah, sebenarnya apa sih yang membanggakan dari dunia sedangkan Allah menawarkan hal yang luar biasa diakhirat. Apakah mungkin karena rendanya pengetahuan tentang agama? Tidak, banyak orang yang menetahui agama tapi juga tidak mneghiraukannya. Alasan utamanya adalah mereka disibukkan oleh mengejar kepada kekayaan-kekayaan dunia yang diiringin oleh hasutan-hasutan pengkhianat Allah yaitu iblis. Mereka dilalaikan oleh kekayaan tersebut sehingga terus berlomba untuk mencapai nafsu duniawi. Seperti firman Allah berikut ini,
أَلْهَىٰكُمُ ٱلتَّكَاثُرُ -  حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ- كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُو - نَثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ - كَلَّا لَوْ 
تَعْلَمُونَ عِلْمَ ٱلْيَقِينِ - لَتَرَوُنَّ ٱلْجَحِيمَ - ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ ٱلْيَقِينِ - ثُمَّ لَتُسْـَٔلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ ٱلنَّعِيمِ

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),Dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, Dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin. Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu). (Surah At-takatsur : 1-8).

Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya telah melalaikan kamu dari ketaatan. Jika ketaatan sudah mulai pudar, dikhawatirkan agama akan goyah. Oleh sebab itu, rasulullah pernah bersabda dalam haditsnya,

Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. duduk di atas mimbar dan kita duduk di sekitarnya, lalu beliau s.a.w. bersabda: "Sesungguhnya salah satu yang saya takutkan atasmu semua sepeninggalku nanti ialah apa yang akan dibukakan untukmu semua itu dari keindahan harta dunia serta hiasan-hiasannya (yakni) bahwa meluapnya kekayaan pada umat Muhammad inilah yang amat ditakutkan, sebab dapat merusakkan agama jikalau tidak waspada mengendalikannya." (Muttafaq'alaih)

Para pembaca yang budiman,
Sungguh kehidupan ini jikalau tidak dikendalikan sesuai dengan akhidah dan tuntunan agama, maka sasaran dari skenario kehidupan kita akan sia-sia. Kita dituntut untuk memerankan hal terbaik dan berlomba-lomba dalam beramal namun malah kebalikan, kenyataan manusia sekarang sudah terperdaya oleh meluapnya harta, seakan-akan mereka bisa memeproleh segalanya dengan harta yang mereka miliki. Padahal tidak sesuatu apapun yang kita bawa dari dunia kecuali amal ibadah yang shalih sebagai hasil dari tiap akting dan peran kita didunia dan dari setiap hal yang pernah dititpkan. Tidak ada satu pun yang kita bawa ke alam berdhah (alam kubur) kecuali amalan shalih. Seperti yang dijelaskan rasulullah SAW.,

"Ada tiga macam mengikuti mayat itu (ketika di bawa ke kubur), yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan satu tetap tinggal menyertainya. Keluarga dan hartanya kembali sedang amalnya tetap mengikutinya." (Muttafaq 'alaih)

Dan dunia ini bukanlah apa-apa bila dibanding kena dengan kehipan akhirat. Apa yang terdapat di dunia adalah bagian yang paling kecil yang ada di akhirat kelak, baik itu kenikmatan mahupun siksaan. Jika suatu kenikmatan yang kita rasakan teramat nikmat maka kenikmatan itu akan berlipat ganda diakhirat kelak. Seperti sabda berikut ini,

Dunia dan akhirat sungguh adalah suatuhal yang sangat jauh berbeda. Kehidupan dunia adalah kehidupan sementara sebagai ladang untuk mengumpulkan bekal berupa amal kebajikan untuk menujukepada akhirat. Sedangkan akhirat adalah tempat di mana kita akan menjalani hidup setelah mati dan tidak ada kematian lagi setelah itu. Akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya dan kehidupan dunia hanyalah sandiwara belaka.
Dari al-Mustaurid bin Syaddad r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidaklah (berarti) dunia ini kalau dibandingkan dengan akhirat, melainkan seperti sesuatu yang seorang diantara engkau semua menjadikan jarinya masuk dalam air lautan, maka cobalah lihat dengan apa ia kembali (yakni) seberapa banyak air yang melekat di jarinya itu, jadi dunia itu sangat kecil nilainya dan hanya seperti air yang melekat di jari tadi banyaknya-." (Riwayat Muslim)

Seberapa luaskan lautan itu, dan seberapa besarkah ujung jari kita? Tidak ada banding, sungguh tidak ada banding. Bahkan dengan telapak tangan juga tidak tertandingi apalagi dengan lautan. 

Dan juga sesungguhnya Dunia ini bahkan lebih hina dari sebuah bangkai. Siapapun didunia ini tidak akan tergerak hatinya untuk membeli bangkai walau hanya satun sen. Itu adalah sebab dari kehinaan dari bangkai tersebut. Bagaimana dengan dunia, mengapa orang terlalu berlomba-lomba kepada dunia? Itu adalah sebab rendahnya keimanan sehingga dengan mudah terperdaya oleh kenikmatan-kenikmatan yang menyesatkan. 

Dari Jabir r.a. pernah menceritakan bahwasanya suatu ketika Rasulullah s.a.w. berjalan melalui pasar, sedang orang-orang ada di sebelahnya kiri kanan. Kemudian melalui seekor anak kambing kecil telinganya dan telah mati. Beliau s.a.w. menyentuhnya lalu mengambil telinganya, terus bertanya: "Siapakah diantara engkau semua yang suka membeli ini dengan uang sedirham?" Orang-orang menjawab: "Kita semua tidak suka menukarnya dengan sesuatu apapun dan akan kita gunakan untuk apa itu?" Beliau bertanya lagi: "Sukakah engkau semua kalau ini diberikan (gratis) saja padamu." Orang-orang menjawab: "Demi Allah, andaikata kambing itu hidup, tentunya juga cacat karena ia kecil telinganya. Jadi apa harganya lagi setelah kambing itu mati?" Kemudian beliau s.a.w. bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya dunia ini lebih hina di sisi Allah daripada kambing ini bagimu semua." (Riwayat Muslim) 

Baca juga:  Kehidupan dunia bagai musafir atau perantau

Kehinaan dunia sesungguhnya tidak tampak oleh kaca mata kita kaum awam. Kita tidak pernah menyadari bahwa dunia ini lebih hina dari bangkai. Seakan dunia menawarakan sejuta pesona keabadian, yang sebenarnya itu adalah rongrongan setan dan iblis untuk menyesatka umat manusia.

Maka oleh sebab itu, jadilah hamba yang memiliki peran yang baik didunia ini dan mendapat predikat terbaik di sisi Allah SWT. karena sesunggnya setiap amalan akan dipertanyakan oleh Allah SWT. tidak akan ada satupun yang tertinggal karena semunya telah dicatat oleh malaikat-malaikat Allah. Pertanyaan pertanyaan itu akan ditanyakan kepada siapapun, baik laki-laki mauhupun perempuan, baik yang kaya mahupun yang miskin. Karena siapapun anak Adam akan dipertanyakan pada hari kiamat nanti. Pertanyaan apakah itu? Rasulullah bersabda,

Seorang anak Adam sebelum menggerakkan kakinya pada hari kiamat akan ditanya tentang lima perkara: (1) Tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; (2) Tentang masa mudanya, apa yang telah dilakukannya; (3) Tentang hartanya, dari sumber mana dia peroleh dan (4) dalam hal apa dia membelanjakannya; (5) dan tentang ilmunya, mana yang dia amalkan. (HR. Ahmad)

Semua itu menyangkut dengan dunia, dunia, dan dunia, semuanya tentang kehidupan dunia. Kehidupan dunia hanya akan memberatkan apabila amalan shalih kita kurang dan senantiasa selalu terperdaya oleh harta. Maka oleh sebab itu, mulailah suatu yang baik dari sekarang. Tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Dan semoga Allah selalu memberikan petunjuk nya kepada kita. Aamiin aamiin yarabbal ‘alamiin.

Artikel terkait : Amal perbuatan manusia sebagi bekal menuju akhirat

No comments:

Post a Comment